Manusia Tertua di Dunia Kelahiran Tahun 1880

Wah ternyata masih ada ya manusia kelahiran tahun 1880!! jika dihitung manusia tersebut sekarang sudah berumur 129 tahun!! waduh luar biasa panjang umut ya?? padahal seiring perkembangan zaman usia manusia akan semakin pendek... namun ternyata masih ada saja manusia yang berumur panjang.. entah ini sebuah anugerah atau musibah karena dengan usia yang lanjut kondisi fisik sudah amat sangat menurun.. namun yang amat sangat mengherankan jikalau manusia berusia lanjut masih sanggup untuk menikah seperti yang dialami oleh wok kundur dan mohd nor.. hehehehe OK sekarang kita lanjutkan pada Manusia Kelahiran tahun 1880

Lihat Biodata yang tertera pada paspor wanita asal pakistan ini.. jika anda lihat dengan jelas maka akan terlihat bahwa tahun kelahirannya adalah tahun 1880.. waw.. biasanya pada jaman itu belum ada kalender makanya tanggal dan bulannya tidak ditulis atau mungkin yang bersangkutan telah lupa..

Spoiler for old:



Sebenarnya mungkin di dunia kita sekarang ini masih tersisa beberapa orang angkatan tahun 1800an.. walaupun mungkin tidak lebih dari 100 orang.. contohnya yah wanita asal pakistan ini, dan saya juga mengenal satu nenek di jakarta yang katanya dia sekarang sudah berumur 100an lebih.. namun beliau lupa dengan tahun lahirnya. sehingga tidak bisa diprediksi.. yah namanya juga sudah tua sehingga jadi pikun.

Artikel Terkait :

5 Comments

Comments

129 tahun? Subhaanallah

Wah tangguh tuh orangnya...
hehehe

wah wah, gokil, hehe, jangan lupa mampir ke blogku+comment juga ya

masya ampun, beda dikit lahirnya ma einstein tapi perginya duluan einstein, keren nenek yang satu ini kuat banget, mudah - mudahan umurnya bisa lebih panjang lagi yah nek^^

salam blogger sob:)

itu saja di bilang tertua, orang tuanya kakekku, meninggal umur 150 tahun, jika dia masih hidup sampai sekarang, mungkin umurnya 160 tahun, jadi masih tua orang tua kakekku donk

Leave a Comment

Next Post Previous Post
© 2010 Trik Sulap | English Text | Narrative Text | Recount | Spoof Story Author Bos Sulap