(Hot) Seorang cewek rela kehilangan kedua lengannya hanya demi uang Rp 100 milyar!!!

Gan, ane mohon maaf kalo judul thread ane nyeremin banget... Tapi, ini patut dipublikasikan... Langsung aja cekidot!!!

Spoiler for Kehilangan Kedua Lengannya:
Ketika diwawancarai seorang wanita yang nama aslinya ini sengaja tidak diberitahukan ini menjelaskan cerita detailnya,

Ketika itu, ada sekelompok tentara yang menghampiri saya bersama salah seorang yang mengenakan jas hitam. Sekelompok tentara itu membawa 100 buah koper hitam. Kemudian pria berjas hitam itu bertanya kepada saya, "Anda terpilih sebagai peserta tantangan rahasia uang Rp 100 milyar. Anda siap?"

"Hah, maksud Anda bagaimana?" tanya saya.

"Anda akan mendapatkan uang sejumlah Rp 100 milyar kalau bisa menerima tantangan dari kami!" sahut orang itu

"Hah, yang bener Pak? Mau dong saya menerima tantangannya... Emang, apa tantangannya"

"Uang Rp 100 milyar menjadi milik Anda kalau dalam waktu 24 jam, Anda bisa menurunkan berat badan total 10 kg dalam waktu 24 jam mulai dari sekarang. Bagaimana siap?"

"Hah, turun 10 kg dalam waktu sehari? Gimana caranya?

"Saya tidak tahu. Itulah tantangannya..."

"Hmmm, iya deh saya coba pikirin caranya."

"Anda bukan ditantang untuk menemukan caranya tapi benar-benar menurunkannya!."

"Ok, Pak saya coba!

"Silahkan tanda tangan di sini.."

Saya langsung menandatangani isi surat pernyataan itu tanpa membaca isinya karena saya pikir kenapa tidak saya mencobanya. Kemudian, mereka mengukur berat badan saya dan langsung pergi meninggalkan rumah saya. Berat badan saya pada saat itu adalah 62 kg. Dan waktu dimulai pada tepat pada pukul 13.00. Pada saat itu saya langsung mencari cara bagaimana menurunkan berat badan saya sampai 10 kg.

Kemudian, saya langsung pergi ke berbagai toko untuk mencari obat-obatan yang bisa menurunkan berat badan. Saya minum obat tersebut secara berlebih. Kemudian, saya juga langsung berlari di sepanjang jalan sekitar rumah saya untuk membakar kalori saya. Saya lakukan tersebut selama 3 jam lebih.

Kemudian pada malam hari, saya pergi melihat timbangan di kamar saya. Ternyata saya berhasil menurunkan 1 kg. Tinggal 9 kg lagi, saya akan dapat Rp 100 milyar, Tapi bagaimana caranya? Itu yang membuat saya pusing... Saya benar-benar putus asa pada waktu itu. Saya langsung melupakan uang Rp 100 milyar tersebut dan segera tidur.

Keesokannya, saya kaget melihat orang berjas hitam tersebut mendatangi saya bersama sekelompok tentara.

"Bagaimana, Mba? Sudah turun 10 kg?" tanya orang itu.

"Belum Pak," jawab saya.

"Ok, masih ada waktu sekitar 6 jam lagi. No problem... Tapi, kemarin ada yang lupa saya bicarakan."

"Apa, Pak?"

"Saya lupa mengatakan kalo Anda gagal dalam tantangan ini maka Anda harus menerima sanksinya, yaitu..."

Apa tuh, Pak?"

"Mohon maaf, apabila Anda gagal, Anda terpaksa tentara-tentara yang saya bawa ini akan menyilet-nyilet tubuh Anda dengan irisan-irisan yang demikian tipisnya. Anda akan terus disilet-silet sampai Anda kehabisan darah. Kemungkinan, Anda bisa saja tewas. Ada informasi tambahan, pengelola program ini baru saja memberitahukan kepada kami, mengenai sanksi baru, yaitu disilet-silet sambil diolesi larutan asam dari lemon."

"Hah, yang benar? Ah, Bapak bisa aja bercandanya.."

"Beneran, lho. Kalo tidak percaya silahkan lihat surat yang Anda tangani kemari. Semua kesepakatan tertulis di situ."

"Hah!!! Beneran? Saya lihat, ya.."

Lalu, saya mengambil surat yang saya simpan di dalam laci tersebut. Ternyata, kesepakatan itu benar-benar tertulis. Dan, saya mau tidak mau harus tunduk dengan hal itu.

Saya langsung menangis dan memarahi dan memaki-maki orang berjas hitam itu. "Dasar, orang-orang yang tidak waras!! Penipu kalian ya!! Apa-apaan ini?"

Kemudian, ada salah seorang polisi yang menghampiri saya. "Mohon maaf, Anda harus melanjutkan tantangan ini. Kami tidak bisa bantu. Anda telah menandatanganinya. Pelanggaran dari kesepakatan ini hukumannya sudah disepakati," kata polisi itu.

"Apa Pak?" tanya saya.

"Ya, hukumannya benar-benar sama seperti dengan sanksi dari program tantangan ini. Jadi, yang bisa Anda lakukan adalah mencoba melanjutkannya. Presiden sudah mengetahui hal ini tapi masyarakat luas belum."

"Hah? Kenapa ini? Apa yang sedang terjadi?"

Saya sangat kebingungan dan sangat panik karena tidak sanggup membayangkan apa yang akan saya alami kalau gagal. Saya langsung masuk ke rumah dan membanting pintu.

Saya terus-menerus berdoa kepada Tuhan supaya Ia memberikan saya jalan. Saya hampir seperti orang gila. Saya terus mencari cara bagaimana menurunkan 9 kg berat badan saya. Lalu, entah kenapa saya memutuskan untuk mendatangi dokter spesialis amputasi yang telah saya kenal dekat. Waktu yang tersisa semakin sedikit.

Saya menceritakan semuanya kepada dokter itu. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengamputasi kedua lengan saya karena itu dapat menurunkan 9 kg berat badan saya. Dokter itu tampak bimbang ketika diminta seperti itu. Lalu, saya bertanya apakah tangan yang diamputasi bisa disambung kembali. Dokter itu menjawab bahwa hal itu mungkin saja terjadi tetapi memerlukan proses yang lama dan biaya yang sangat mahal. "Berapa biayanya?" tanya saya.

"Mungkin bisa menghabiskan puluhan milyar," jawab dokter itu.

"Hmm, ok saya kasih dokter Rp 50 milyar, kembaliannya buat dokter aja. Pokoknya, cepat amputasi! Saya tidak mau disilet-silet!"

"Hmm, kamu yakin?"

"Mau bagaimana lagi? Saya yakin Dok!"

Kemudian, saya langsung dibawa ke ruang amputasi. Selama itu saya menangis terus-terusan kenapa hal itu menimpa diri saya.

Akhirnya, proses amputasi selesai. Saya langsung menimbang berat badan saya, ternyata sudah turun 11 kg. Sekarang berat badan saya sekitar 51 kg. Perasaan saya sedih campur bingung. Kemudian, orang berjas hitam tiba-tiba datang dan menanyakan keadaan saya tepat pada pukul 13.00.

"Bagaimana sudah turun?"

"Sudah Pak!!! Sekarang mana uangnya?" teriak saya dengan lantang.

Lalu, ia langsung memerintahkan para tentara aneh yang selalu bersama dia untuk membawakan 10 koper hitam besar kepada saya. Jumlah uang di dalam koper-koper hitam itu sebanyak Rp 100 milyar. Saya benar-benar tidak menyangka!!! Kemudian, saya langsung berpikir untuk segera menyambung kembali kedua lengan saya yang sempat dibekukan oleh rumah sakit. Sekarang saya sedang menantikan panggilan dari rumah sakit di Amerika Serikat untuk menyambung kembali kedua lengan saya.

Demikian tuturan wanita yang rela kehilangan kedua lengannya.

Sumber: ane belum berani ngasih tahu Gan takut ketahuan polisi.

Artikel Terkait :

9 Comments

Comments
Anonymous :

biji kampreeeettttt......

Anonymous :

nyang boneng???

Anonymous :

no pict means HOAX!

Anonymous :

dusta ah

Anonymous :

dongeng sebelum tidur........

Anonymous :

Ga berguna postinganya.

Anonymous :

HOAX kampret

gotten :

walah Hoakx...

super Imajinatif juga tuh TSnya

Anonymous :

g ada yg lebih jelek ya ceritane

Leave a Comment

Next Post Previous Post
© 2010 Trik Sulap | English Text | Narrative Text | Recount | Spoof Story Author Bos Sulap