Minta Maaf Lebih 'Ampuh' Lewat Telinga Kanan

Seringkali Anda berbuat salah kepada seseorang dan mungkin berniat untuk meminta maaf kepada orang yang telah disakiti. Tapi banyak pertimbangan yang membuat orang terkadang sulit untuk meminta maaf.

Sejumlah peneliti dari University of Valencia, Spanyol akan membantu Anda mengatasi masalah sulitnya untuk meminta maaf. Mereka menyarankan, sebaiknya permintaan maaf dilakukan dengan cara mengungkapkannya melalui telinga kanan orang yang akan memberi maaf.

Telegraph, Selasa (2/2/2010) melansir, studi yang dilakukan para peneliti tersebut menunjukkan bahwa telinga kanan lebih mudah menerima suara ketimbang telinga kiri ketika seseorang dalam keadaan marah.

Para peneliti melakukan penelitian, terhadap sekira 30 orang berusia muda. Ujicoba dilakukan dengan membangkitkan amarah ke30 pemuda tersebut dengan cara memaki atau membuatnya kesal dengan pernyataan-pernyataan yang menyudutkan.

Ketika mencapai titik amarah, peneliti kemudian mengukur detak jantung, tekanan darah dan level hormon testosteron seluruh partisipan.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam keadaan marah, telinga kanan akan lebih mudah menerima suara orang lain. Seluruh proses kerja di otak kiri lebih banyak dipengaruhi dari sumber suara di telinga kanan.

Artikel Terkait :

9 Comments

Comments

O begitu ya.. baru tahu aku... Tx sob Infonya!!

alfi :

jdi begtu y..
tahnk infonya boz..
oea link ane mna koq g da...

wah masa sih kang, ya udah nanti kalau saya kalau minta maap sama orang lewat telingah kanan aja, bagus artikelnya kang

Wew bisa nyambung gitu yah, saya aja ga tau haha.. btw info sulapnya lagi donk ^^

rzk :

infonya sangat berguna bagi saya sobat...
semoga dengan ini dapat cepat termaafkan...
amiin...

bisa-bisa aja yach...

klo lewat salaman bedanya apa yach ma yang telinga kanan

Patut di coba neh...hehehehe..thanks sharenya

Sip sip semoga aja isa bisikin telinga yg sebelah kanan ya ....

Deawa :

wah masak, q akan cobak ah, salam kenal kawan, q tunggu comen dan follownya.. salam kenal, q tunggu.

Leave a Comment

Next Post Previous Post
© 2010 Trik Sulap | English Text | Narrative Text | Recount | Spoof Story Author Bos Sulap